Salah satu ketakutan terbesar jamaah umrah pertama biasanya bukan soal terbang ke Arab Saudi, tapi soal tawaf. Bayangan ribuan orang mengelilingi Ka'bah, takut salah arah, takut hitungan putaran kelewat, takut doa salah baca, semua bercampur jadi satu. Padahal cara tawaf yang benar sebenarnya sederhana kalau kamu paham urutannya dari awal. Yang bikin terasa rumit hanya karena kamu pertama kali melakukannya di tempat yang sangat ramai, sambil capek setelah perjalanan jauh, dan tanpa pembimbing yang bisa selalu ada di sampingmu.
Tawaf adalah salah satu rukun umrah, jadi harus dilakukan dengan benar supaya umrahmu sah. Tapi tenang, syarat-syaratnya tidak serumit yang dibayangkan. Yang penting kamu paham struktur dasarnya sebelum berangkat, sisanya akan terasa natural begitu kamu sudah di lokasi. Kalau kamu butuh panduan ibadah umrah yang tersusun dari niat sampai tahallul lengkap dengan checklist persiapan, Safar punya fitur ini gratis di mysafar.id.
Tawaf adalah mengelilingi Ka'bah sebanyak 7 putaran dengan arah berlawanan jarum jam, dimulai dan diakhiri di Hajar Aswad. Ini adalah salah satu rukun umrah, artinya kalau tidak dilakukan atau dilakukan tidak sah, umrahmu tidak sempurna. Tawaf dalam rangkaian umrah disebut tawaf umrah, dan dilakukan setelah kamu sampai di Masjidil Haram dalam kondisi sudah berihram.
Supaya tawaf yang benar sah, ada beberapa syarat dasar yang perlu kamu penuhi. Pertama, kamu harus dalam kondisi suci dari hadats besar maupun kecil, jadi pastikan kamu wudhu dulu sebelum mulai. Kedua, aurat tertutup sesuai ketentuan ihram. Ketiga, Ka'bah berada di sisi kirimu sepanjang tawaf, ini artinya kamu berjalan dengan bahu kiri menghadap Ka'bah. Keempat, mulai dan akhiri putaran di garis sejajar dengan Hajar Aswad. Kelima, tawaf dilakukan di dalam Masjidil Haram, baik di lantai dasar maupun lantai atas, dan keduanya tetap sah.
Untuk pria saat tawaf umrah, ada sunnah idtiba, yaitu menyelempangkan kain ihram bagian atas di bawah ketiak kanan supaya bahu kanan terbuka. Ada juga sunnah raml, yaitu berjalan agak cepat dengan langkah pendek di tiga putaran pertama. Keduanya sunnah, bukan wajib, jadi kalau kondisi terlalu ramai atau kamu lelah, melewatinya tidak membatalkan tawaf.
Begitu kamu sampai di Masjidil Haram dan sudah wudhu, masuk lewat pintu yang paling dekat dengan area tawaf. Saat pertama kali melihat Ka'bah, sebaiknya berhenti sejenak untuk berdoa, ini momen pertama yang banyak jamaah tunggu seumur hidup. Setelah itu, ikuti langkah-langkah panduan tawaf pemula berikut:
Butuh checklist persiapan umrah yang personal? Safar menyesuaikan checklist dengan profilmu secara gratis. Mulai di mysafar.id
Tidak ada bacaan wajib yang harus dibaca selama tawaf. Yang ada hanya bacaan sunnah dan doa-doa yang dianjurkan. Jadi kalau kamu tidak hafal doa panjang, jangan stres. Yang penting hatimu hadir dan terus mengingat Allah selama putaran berlangsung.
Beberapa hal yang biasa dibaca selama tawaf:
Banyak buku panduan umrah memuat doa khusus untuk setiap putaran tawaf yang berbeda. Doa-doa ini bukan dari Nabi secara langsung, tapi disusun ulama untuk membantu jamaah fokus. Kalau kamu mau ikut bacaan ini, bawa buku saku kecil atau aplikasi di handphone. Kalau tidak, doa bebas pun sama nilainya. Sebaiknya konsultasikan dengan ustaz atau pembimbing umrahmu kalau ada panduan khusus dari rombonganmu.
Beberapa kesalahan ini sering terjadi di lapangan, terutama di hari pertama. Mengetahuinya dari sekarang akan membantumu lebih siap mental saat tiba di Mekkah:
Pengalaman tawaf yang nyaman bukan soal hafal doa terbanyak, tapi soal kondisi fisik dan mental yang siap. Beberapa tips praktis dari jamaah yang sudah pernah:
Apa saja syarat sah tawaf yang harus dipenuhi? Ada lima syarat utama: suci dari hadats besar dan kecil (wudhu aktif), aurat tertutup sesuai ihram, Ka'bah di sisi kiri sepanjang tawaf, mulai dan akhir putaran di garis sejajar Hajar Aswad, dan tawaf dilakukan di dalam Masjidil Haram baik lantai dasar maupun atas. Jika wudhu batal di tengah tawaf, keluar untuk wudhu ulang lalu lanjutkan dari putaran terakhir yang utuh.
Bagaimana cara menghitung putaran tawaf supaya tidak salah? Setiap kali kamu melewati garis Hajar Aswad, itu hitungannya satu putaran selesai. Gunakan tasbih, hitung di jari, atau minta anggota keluarga menghitung bersamamu. Beri isyarat ke Hajar Aswad di setiap awal putaran sambil membaca "Bismillahi Allahu Akbar" sebagai penanda yang jelas.
Apakah boleh tawaf di lantai atas Masjidil Haram? Boleh dan sah. Tawaf di lantai atas putarannya lebih jauh karena radius lebih besar, tapi jauh lebih lengang terutama saat jam sibuk. Ini pilihan yang sangat direkomendasikan untuk lansia, ibu hamil, jamaah dengan anak kecil, atau siapa saja yang ingin tawaf dengan lebih tenang.
Apakah wajib mencium Hajar Aswad saat tawaf? Tidak wajib. Mencium Hajar Aswad adalah sunnah, bukan syarat sah tawaf. Kalau kondisi ramai, cukup beri isyarat dengan tangan kanan ke arah Hajar Aswad sambil membaca "Bismillahi Allahu Akbar." Memaksakan diri berdesak-desakan justru berbahaya dan bisa mengganggu jamaah lain.
Setelah tawaf selesai, apa yang harus dilakukan? Setelah 7 putaran selesai, sholat 2 rakaat di belakang Maqam Ibrahim (atau di mana saja di Masjidil Haram kalau area belakang Maqam terlalu padat). Rakaat pertama baca Al-Kafirun, rakaat kedua baca Al-Ikhlas. Setelah itu minum zamzam sambil berdoa, kemudian lanjutkan ke sa'i antara Shafa dan Marwah sebagai rukun berikutnya.
Pada akhirnya, tawafmu akan terasa seperti pengalaman paling spiritual dalam hidupmu kalau kamu tidak terlalu khawatir soal kesempurnaan teknis. Persiapkan dari sekarang, hafal urutannya, dan saat momen itu tiba, biarkan hatimu yang memimpin. Ka'bah ada di depan matamu, dan tujuan utama tawaf bukan sekedar mengelilingi bangunan, tapi mengelilingi tempat di mana hatimu paling dekat dengan Allah.
Pertanyaan yang sering ditanya
Baca juga
Safar adalah app gratis untuk jamaah umrah pertama. Checklist personal, panduan ibadah, kalkulator biaya, semua dalam satu tempat.
Mulai sekarang →