Setelah selesai tawaf, banyak jamaah umrah pertama sudah merasa lelah dan bingung apa selanjutnya. Padahal masih ada satu rukun yang harus diselesaikan, yaitu sa'i. Bayangan jalan kaki dari Shafa ke Marwah sebanyak 7 kali bolak balik sering terdengar berat di telinga jamaah pemula, apalagi kalau baru selesai tawaf 7 putaran. Tapi kalau kamu paham cara sai yang benar dan menjaga ritme, sa'i sebenarnya bisa terasa jauh lebih ringan dari yang dibayangkan. Banyak yang kaget karena lintasannya datar, ber-AC, dan ada area khusus untuk mereka yang butuh kursi roda.
Sa'i adalah rukun umrah, jadi tidak bisa diwakilkan atau diganti dengan ibadah lain. Tapi kabar baiknya, syarat dan tata caranya sederhana, asal kamu paham urutannya sebelum berangkat. Kalau kamu mau panduan rangkaian umrah lengkap dari niat sampai tahallul, plus checklist persiapan, Safar punya fitur ini gratis di mysafar.id.
Sa'i adalah berjalan bolak balik antara Bukit Shafa dan Bukit Marwah sebanyak 7 kali. Jaraknya sekitar 450 meter sekali lintasan, jadi total kamu akan menempuh sekitar 3,15 km dalam satu rangkaian sa'i. Lintasannya berada di dalam Masjidil Haram dan sudah dibangun dengan lantai marmer halus, AC, dan jalur khusus untuk kursi roda di tengah.
Sa'i dilakukan untuk mengenang perjuangan Siti Hajar yang berlari bolak balik mencari air untuk anaknya, Nabi Ismail. Ibadah ini adalah pengingat bahwa usaha manusia harus dilakukan sungguh sungguh, sementara hasil tetap di tangan Allah. Air zamzam yang sampai hari ini terus mengalir adalah jawaban dari doa dan usaha Siti Hajar.
Ada beberapa hal dasar yang perlu kamu tahu sebelum sa'i:
Sa'i bisa dilakukan langsung setelah tawaf tanpa jeda panjang, atau kamu bisa istirahat sebentar untuk minum zamzam dan mengatur nafas. Yang penting selesaikan dalam satu rangkaian, jangan ditunda ke hari berikutnya.
Setelah selesai tawaf dan sholat 2 rakaat di belakang Maqam Ibrahim, ikuti panduan sai berikut ini:
Putaran ke 7 berakhir di Marwah, bukan kembali ke Shafa. Ini sering bikin pemula bingung. Triknya, ingat saja, kalau dimulai di Shafa dan berakhir di Marwah, total putarannya 7, dan ini benar.
Butuh checklist persiapan umrah yang personal? Safar menyesuaikan checklist dengan profilmu secara gratis. Mulai di mysafar.id
Sama seperti tawaf, tidak ada bacaan wajib selama sa'i. Yang penting hatimu hadir dan terus mengingat Allah selama berjalan. Beberapa bacaan yang dianjurkan:
Sebaiknya konsultasikan dengan ustaz atau pembimbing umrahmu kalau rombonganmu punya panduan bacaan khusus untuk setiap putaran sa'i.
Sa'i setelah tawaf bisa terasa berat kalau kamu tidak menjaga ritme. Kalau kamu belum mulai latihan fisik, baca dulu panduan persiapan fisik sebelum umrah sebelum keberangkatan. Beberapa tips praktis:
Banyak jamaah pertama kaget karena ternyata sa'i bisa selesai dalam 45 sampai 60 menit kalau jalan dengan ritme santai. Yang bikin lama biasanya karena terlalu sering berhenti atau salah hitung putaran.
Beberapa hal ini sering terjadi di lapangan:
Berapa total jarak yang ditempuh saat sa'i? Satu kali lintasan dari Shafa ke Marwah sekitar 450 meter. Dengan 7 putaran, total jarak sa'i kurang lebih 3,15 km. Bersama tawaf sebelumnya, total jarak yang kamu tempuh dalam satu rangkaian umrah bisa lebih dari 5 km. Persiapan fisik sangat membantu, baca panduan latihan fisik sebelum umrah untuk program latihan 3 bulan.
Apakah sa'i boleh dilakukan tidak langsung setelah tawaf? Boleh istirahat sebentar untuk minum zamzam dan mengatur napas sebelum mulai sa'i. Yang penting adalah menyelesaikan sa'i dalam satu rangkaian dan tidak menunda ke hari berikutnya. Urutan rukun umrah tidak boleh dibalik, sa'i harus dilakukan setelah tawaf.
Apakah wanita juga harus berlari di antara lampu hijau saat sa'i? Tidak. Area berlari kecil di antara dua lampu hijau hanya diperuntukkan bagi pria sebagai sunnah sa'i. Wanita cukup berjalan biasa di seluruh lintasan untuk menjaga aurat dan menghindari berdesakan. Ini bukan kekurangan, tapi memang aturan yang berbeda untuk pria dan wanita.
Bagaimana cara menghitung putaran sa'i yang benar supaya tidak kelewat? Ingat bahwa satu lintasan dihitung satu putaran. Shafa ke Marwah itu putaran 1, Marwah ke Shafa itu putaran 2, dan seterusnya. Sa'i berakhir di Marwah pada putaran ke-7. Gunakan tasbih digital, hitung di jari, atau minta teman seperjalanan ikut menghitung supaya tidak terlewat.
Bolehkah berhenti di tengah sa'i kalau kelelahan? Boleh. Sa'i tidak harus diselesaikan tanpa istirahat sama sekali. Kamu bisa berhenti sebentar di sisi lintasan, asal tidak keluar dari area sa'i dan melanjutkan dari titik yang sama. Ada juga layanan kursi roda khusus dengan jalur di tengah lintasan untuk lansia, ibu hamil, atau yang butuh bantuan.
Pada akhirnya, sa'i adalah ibadah yang mengajarkan ketekunan. Setiap langkah kakimu dari Shafa ke Marwah mengulang perjuangan Siti Hajar yang tidak pernah menyerah meskipun matahari padang pasir membakar dan air tidak tampak di mana mana. Selesaikan dengan tenang, jaga hatimu tetap fokus, dan nikmati setiap putaran sebagai pengingat bahwa Allah selalu menjawab usaha yang sungguh sungguh.
Pertanyaan yang sering ditanya
Baca juga
Safar adalah app gratis untuk jamaah umrah pertama. Checklist personal, panduan ibadah, kalkulator biaya, semua dalam satu tempat.
Mulai sekarang →