← Blogسَفَر
سَفَر
22 Mei 2026 · diperbarui 22 Mei 2026

Cara Sa'i yang Benar: dari Shafa ke Marwah


Setelah selesai tawaf, banyak jamaah umrah pertama sudah merasa lelah dan bingung apa selanjutnya. Padahal masih ada satu rukun yang harus diselesaikan, yaitu sa'i. Bayangan jalan kaki dari Shafa ke Marwah sebanyak 7 kali bolak balik sering terdengar berat di telinga jamaah pemula, apalagi kalau baru selesai tawaf 7 putaran. Tapi kalau kamu paham cara sai yang benar dan menjaga ritme, sa'i sebenarnya bisa terasa jauh lebih ringan dari yang dibayangkan. Banyak yang kaget karena lintasannya datar, ber-AC, dan ada area khusus untuk mereka yang butuh kursi roda.

Sa'i adalah rukun umrah, jadi tidak bisa diwakilkan atau diganti dengan ibadah lain. Tapi kabar baiknya, syarat dan tata caranya sederhana, asal kamu paham urutannya sebelum berangkat. Kalau kamu mau panduan rangkaian umrah lengkap dari niat sampai tahallul, plus checklist persiapan, Safar punya fitur ini gratis di mysafar.id.

Daftar Isi

Apa itu sa'i dan kenapa wajib dilakukan

Sa'i adalah berjalan bolak balik antara Bukit Shafa dan Bukit Marwah sebanyak 7 kali. Jaraknya sekitar 450 meter sekali lintasan, jadi total kamu akan menempuh sekitar 3,15 km dalam satu rangkaian sa'i. Lintasannya berada di dalam Masjidil Haram dan sudah dibangun dengan lantai marmer halus, AC, dan jalur khusus untuk kursi roda di tengah.

Sa'i dilakukan untuk mengenang perjuangan Siti Hajar yang berlari bolak balik mencari air untuk anaknya, Nabi Ismail. Ibadah ini adalah pengingat bahwa usaha manusia harus dilakukan sungguh sungguh, sementara hasil tetap di tangan Allah. Air zamzam yang sampai hari ini terus mengalir adalah jawaban dari doa dan usaha Siti Hajar.

Ada beberapa hal dasar yang perlu kamu tahu sebelum sa'i:

  1. Sa'i dalam umrah dilakukan setelah tawaf, tidak boleh dibalik urutannya
  2. Tidak harus dalam kondisi wudhu, walaupun lebih utama kalau punya wudhu
  3. Mulai dari Bukit Shafa, berakhir di Bukit Marwah
  4. Satu kali lintasan dihitung satu putaran, jadi Shafa ke Marwah itu satu, dan Marwah ke Shafa itu dua
  5. Untuk pria, ada sunnah berlari kecil di area antara dua lampu hijau, tapi wanita tidak dianjurkan berlari di area ini

Sa'i bisa dilakukan langsung setelah tawaf tanpa jeda panjang, atau kamu bisa istirahat sebentar untuk minum zamzam dan mengatur nafas. Yang penting selesaikan dalam satu rangkaian, jangan ditunda ke hari berikutnya.

Step by step cara sai yang benar

Setelah selesai tawaf dan sholat 2 rakaat di belakang Maqam Ibrahim, ikuti panduan sai berikut ini:

  1. Keluar dari area tawaf menuju Bukit Shafa. Ada papan petunjuk besar bertuliskan "As Safa" yang menunjukkan arahnya. Bukit Shafa berada di sisi tenggara Masjidil Haram
  2. Naik ke Bukit Shafa. Tidak perlu naik sampai puncak, cukup sampai posisi di mana kamu bisa melihat ke arah Ka'bah. Hadapkan tubuhmu ke Ka'bah
  3. Baca ayat "Innash Shafa wal Marwata min sya'a-irillah". Ini ayat dari Surah Al Baqarah 158, dibaca sebelum mulai sa'i. Cukup dibaca sekali saja di awal
  4. Angkat kedua tangan dan berdoa. Hadap Ka'bah, baca takbir 3 kali, lalu doa apa saja yang kamu mau. Banyak jamaah membaca "La ilaha illallah wahdahu la syarika lah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ala kulli syai-in qadir"
  5. Mulai berjalan ke Marwah. Begitu kamu turun dari Shafa, putaran pertama dimulai. Ka'bah tidak perlu dijaga di sisi manapun, jalan saja lurus menuju Marwah
  6. Berlari kecil di antara dua lampu hijau (khusus pria). Di sepanjang lintasan ada dua lampu hijau di langit langit, tandanya area di mana pria disunnahkan berlari kecil. Wanita cukup berjalan biasa untuk menjaga aurat
  7. Sampai di Bukit Marwah. Naik sedikit ke Marwah, hadap Ka'bah lagi, baca takbir 3 kali dan doa seperti di Shafa. Ini akhir putaran pertama
  8. Lanjut ke Shafa lagi. Putaran kedua, berjalan dari Marwah ke Shafa
  9. Ulangi sampai 7 putaran. Hitungannya: Shafa ke Marwah (1), Marwah ke Shafa (2), Shafa ke Marwah (3), dan seterusnya sampai putaran ke 7 yang berakhir di Marwah
  10. Tahallul setelah sai selesai. Di area Marwah biasanya banyak orang yang menggunting rambut. Untuk pria, sunnahnya cukur habis. Untuk wanita, cukup gunting beberapa helai rambut sepanjang ujung jari

Putaran ke 7 berakhir di Marwah, bukan kembali ke Shafa. Ini sering bikin pemula bingung. Triknya, ingat saja, kalau dimulai di Shafa dan berakhir di Marwah, total putarannya 7, dan ini benar.

Butuh checklist persiapan umrah yang personal? Safar menyesuaikan checklist dengan profilmu secara gratis. Mulai di mysafar.id

Doa dan bacaan selama sa'i

Sama seperti tawaf, tidak ada bacaan wajib selama sa'i. Yang penting hatimu hadir dan terus mengingat Allah selama berjalan. Beberapa bacaan yang dianjurkan:

  1. Di Shafa dan Marwah (setiap putaran), hadap Ka'bah, baca takbir 3 kali, lalu doa apa saja
  2. Selama berjalan, kamu bisa membaca dzikir, sholawat, doa pribadi, atau diam sambil merenungi perjuangan Siti Hajar
  3. Di tengah lintasan, banyak jamaah membaca "Rabbighfir warham, innaka antal a'azzul akram"
  4. Doa pribadi dalam bahasa Indonesia juga boleh. Sa'i adalah momen yang sangat personal, gunakan untuk meminta hal hal yang paling dekat di hatimu

Sebaiknya konsultasikan dengan ustaz atau pembimbing umrahmu kalau rombonganmu punya panduan bacaan khusus untuk setiap putaran sa'i.

Tips supaya tidak kelelahan saat sa'i

Sa'i setelah tawaf bisa terasa berat kalau kamu tidak menjaga ritme. Kalau kamu belum mulai latihan fisik, baca dulu panduan persiapan fisik sebelum umrah sebelum keberangkatan. Beberapa tips praktis:

  1. Atur nafas dan ritme jalan. Jangan kebut di putaran pertama, kamu masih punya 6 putaran lagi
  2. Minum zamzam sebelum mulai. Ada keran zamzam di awal lintasan sa'i, manfaatkan
  3. Pakai alas kaki yang nyaman. Lantai marmer licin kalau pakai sandal jepit murah, pilih sandal yang grip-nya bagus
  4. Bawa kipas kecil atau handuk leher. Walaupun ber-AC, di puncak jam sibuk bisa terasa hangat karena padat
  5. Jangan ragu pakai kursi roda kalau perlu. Ada layanan kursi roda berbayar dan jalur khusus di tengah. Lansia, ibu hamil, atau orang yang baru pulih dari sakit tidak perlu memaksakan diri
  6. Catat putaran dengan cara yang reliable. Gunakan tasbih digital, hitung di jari, atau aplikasi penghitung. Banyak jamaah yang kelewat hitung lalu harus mengulang
  7. Berhenti sebentar kalau pusing. Sa'i tidak harus tanpa jeda. Boleh istirahat di sisi lintasan, asal lanjut dari titik yang sama

Banyak jamaah pertama kaget karena ternyata sa'i bisa selesai dalam 45 sampai 60 menit kalau jalan dengan ritme santai. Yang bikin lama biasanya karena terlalu sering berhenti atau salah hitung putaran.

Kesalahan umum saat sa'i

Beberapa hal ini sering terjadi di lapangan:

  1. Salah hitung putaran. Yang paling sering. Solusinya pakai alat hitung yang reliable dan minta teman seperjalanan ikut menghitung
  2. Pria tidak berlari di antara lampu hijau. Ini sunnah, jadi tidak membatalkan sa'i, tapi sayang kalau dilewat tanpa alasan
  3. Wanita ikut berlari di antara lampu hijau. Justru sebaliknya, wanita tidak disunnahkan berlari di sana
  4. Memulai dari Marwah, bukan Shafa. Urutan ini penting, harus dari Shafa ke Marwah dulu
  5. Lupa sa'i setelah tawaf. Ada jamaah yang langsung tahallul setelah tawaf karena lupa atau tidak diberitahu. Sa'i adalah rukun, harus dilakukan
  6. Memaksakan diri padahal sakit. Kalau benar tidak kuat, gunakan kursi roda. Ini bukan tanda kelemahan, justru pilihan yang bijak

Pertanyaan yang sering ditanya

Berapa total jarak yang ditempuh saat sa'i? Satu kali lintasan dari Shafa ke Marwah sekitar 450 meter. Dengan 7 putaran, total jarak sa'i kurang lebih 3,15 km. Bersama tawaf sebelumnya, total jarak yang kamu tempuh dalam satu rangkaian umrah bisa lebih dari 5 km. Persiapan fisik sangat membantu, baca panduan latihan fisik sebelum umrah untuk program latihan 3 bulan.

Apakah sa'i boleh dilakukan tidak langsung setelah tawaf? Boleh istirahat sebentar untuk minum zamzam dan mengatur napas sebelum mulai sa'i. Yang penting adalah menyelesaikan sa'i dalam satu rangkaian dan tidak menunda ke hari berikutnya. Urutan rukun umrah tidak boleh dibalik, sa'i harus dilakukan setelah tawaf.

Apakah wanita juga harus berlari di antara lampu hijau saat sa'i? Tidak. Area berlari kecil di antara dua lampu hijau hanya diperuntukkan bagi pria sebagai sunnah sa'i. Wanita cukup berjalan biasa di seluruh lintasan untuk menjaga aurat dan menghindari berdesakan. Ini bukan kekurangan, tapi memang aturan yang berbeda untuk pria dan wanita.

Bagaimana cara menghitung putaran sa'i yang benar supaya tidak kelewat? Ingat bahwa satu lintasan dihitung satu putaran. Shafa ke Marwah itu putaran 1, Marwah ke Shafa itu putaran 2, dan seterusnya. Sa'i berakhir di Marwah pada putaran ke-7. Gunakan tasbih digital, hitung di jari, atau minta teman seperjalanan ikut menghitung supaya tidak terlewat.

Bolehkah berhenti di tengah sa'i kalau kelelahan? Boleh. Sa'i tidak harus diselesaikan tanpa istirahat sama sekali. Kamu bisa berhenti sebentar di sisi lintasan, asal tidak keluar dari area sa'i dan melanjutkan dari titik yang sama. Ada juga layanan kursi roda khusus dengan jalur di tengah lintasan untuk lansia, ibu hamil, atau yang butuh bantuan.

Pada akhirnya, sa'i adalah ibadah yang mengajarkan ketekunan. Setiap langkah kakimu dari Shafa ke Marwah mengulang perjuangan Siti Hajar yang tidak pernah menyerah meskipun matahari padang pasir membakar dan air tidak tampak di mana mana. Selesaikan dengan tenang, jaga hatimu tetap fokus, dan nikmati setiap putaran sebagai pengingat bahwa Allah selalu menjawab usaha yang sungguh sungguh.

Pertanyaan yang sering ditanya

Baca juga

سَفَر

Umrah Musim Panas: Tips Bertahan di Suhu 45 Derajat

Umrah musim panas artinya menghadapi cuaca Mekkah yang bisa mencapai 45 derajat. Pelajari tips praktis bertahan di panas ekstrem agar ibadahmu tetap lancar.

سَفَر

Cara Menghubungi KJRI Jeddah: Panduan Darurat untuk Jamaah Indonesia

Panduan lengkap cara menghubungi KJRI Jeddah untuk jamaah umrah Indonesia. Nomor darurat, WhatsApp, dan tips persiapan sebelum berangkat ke tanah suci.

سَفَر

Tips Komunikasi di Arab Saudi untuk Jamaah Indonesia

Panduan komunikasi di Arab Saudi untuk jamaah Indonesia: pilihan kartu SIM, frasa bahasa Arab penting, tips sehari-hari, dan kontak darurat sebelum terbang.

Siap mulai persiapan umrahmu?

Safar adalah app gratis untuk jamaah umrah pertama. Checklist personal, panduan ibadah, kalkulator biaya, semua dalam satu tempat.

Mulai sekarang →