Pertanyaan paling sering muncul setelah lunas bayar paket umrah adalah: "Bawa uang saku umrah berapa ya?". Jawaban yang biasa kamu dapat dari teman atau grup whatsapp jamaah biasanya cuma angka kasar tanpa rincian, jadi kamu tetap bingung apakah cukup atau berlebihan. Padahal uang saku yang terlalu sedikit bikin kamu pelit jajan dan tidak fokus ibadah, sementara terlalu banyak bikin koper berat dan riskan hilang atau salah belanja. Pengeluaran umrah di luar paket itu sebenarnya bisa dihitung, asal kamu tahu komponennya satu per satu.
Sebagian besar paket umrah dari travel di Indonesia sudah include tiket pesawat, hotel, transportasi darat di Saudi, manasik, makan 3 kali sehari, dan visa. Jadi uang saku murni dipakai untuk hal-hal di luar itu: jajan tambahan, oleh-oleh, tip mutawif, sedekah, biaya tak terduga, dan kebutuhan personal di tanah suci. Kalau kamu belum tahu berapa total yang harus disiapkan termasuk harga paket, baca dulu estimasi biaya umrah 2026. Kalau kamu mau breakdown otomatis berdasarkan paketmu dan jumlah hari di sana, Safar punya kalkulator uang saku gratis di mysafar.id.
Untuk umrah reguler 9 sampai 12 hari, kisaran uang saku yang umum disiapkan jamaah Indonesia ada di angka 5 sampai 10 juta rupiah, tergantung gaya hidup dan rencana belanja. Kalau kamu tipe yang hemat dan tidak terlalu fokus oleh-oleh, 5 juta sudah cukup. Kalau kamu mau bawa pulang oleh-oleh banyak untuk keluarga besar, kantor, atau bahkan dijual lagi, 10 juta bahkan 15 juta wajar.
Tapi angka mentah ini tidak berarti banyak tanpa rincian. Berikut estimasi pengeluaran umrah yang lebih detail untuk 10 hari di Saudi, dengan kurs 1 SAR sekitar 4.300 rupiah (per Mei 2026, cek kurs terbaru sebelum berangkat):
Total kisaran realistis: 1.500 sampai 3.000 SAR atau setara 6,5 juta sampai 13 juta rupiah. Kalau kamu masuk kategori pertama umrah dan masih bingung, ambil tengahnya saja sekitar 8 juta rupiah dan kamu sudah aman.
Banyak jamaah salah strategi soal bentuk uang saku umrah. Ada yang bawa rupiah banyak lalu tukar di Saudi padahal kursnya jelek, ada juga yang bawa kartu debit Indonesia padahal biaya tarik tunai luar negerinya tinggi. Komposisi yang paling aman untuk jamaah Indonesia:
Butuh checklist persiapan umrah yang personal? Safar menyesuaikan checklist dengan profilmu secara gratis. Mulai di mysafar.id
Pakai kartu yang sudah dikonfirmasi aktif untuk transaksi luar negeri dan beri tahu bank sebelum berangkat supaya tidak diblokir karena dicurigai fraud. Bank-bank seperti BCA, Mandiri, BNI, dan BSI biasanya punya kartu khusus traveler dengan biaya transaksi luar negeri lebih rendah. Hindari menukar uang di mall atau money changer Mekkah karena kursnya lebih jelek 5 sampai 10% dibanding tukar di Indonesia.
Salah satu kesalahan jamaah pertama adalah membawa semua uang dalam satu dompet atau satu tempat. Kalau dompet hilang atau dicopet, uangmu habis seketika. Pisahkan uangmu ke 3 tempat:
Setiap hari sebelum keluar hotel, ambil dari money belt secukupnya untuk dompet harian. Hindari menarik dompet besar di tempat ramai seperti Masjidil Haram atau pasar Misfalah. Bukan karena Mekkah tidak aman, tapi karena jutaan jamaah dari berbagai negara berkumpul di satu tempat sempit, copet dan pencurian peluang tetap ada.
Untuk belanja oleh-oleh, beli di akhir trip saja, bukan di awal. Alasannya simpel: di awal kamu belum tahu harga pasaran, mudah tertipu pedagang, dan kamu harus tenteng oleh-oleh berhari-hari. Di Mekkah, pasar Misfalah dan toko di belakang hotel kawasan Ajyad biasanya lebih murah daripada toko di sekitar Zamzam Tower. Di Madinah, pasar di belakang Masjid Nabawi area Bab 21 punya pilihan yang lebih beragam.
Ada beberapa pengeluaran kecil yang sering tidak masuk perhitungan jamaah pertama, padahal jumlahnya bisa lumayan kalau dikumpulkan:
Siapkan dana darurat minimal 500 SAR yang tidak kamu pakai sama sekali kalau tidak ada kondisi darurat. Risiko butuh dana darurat bisa dikurangi dengan persiapan fisik yang matang sebelum berangkat. Anggap saja seperti asuransi pribadi. Kalau tidak terpakai, bawa pulang lagi tidak rugi. Kalau terpakai untuk biaya rumah sakit ringan atau ganti paspor hilang, kamu akan bersyukur sudah menyiapkannya.
Beberapa kebiasaan yang sering bikin jamaah Indonesia kebobolan uang saku tanpa sadar:
Berapa uang saku umrah yang cukup untuk pemula? Untuk umrah 9 sampai 12 hari, kisaran 7 sampai 8 juta rupiah sudah cukup untuk kebanyakan jamaah Indonesia pertama kali. Angka ini mencakup jajan tambahan, oleh-oleh standar, tip, sedekah, dan dana darurat. Kalau kamu tipe hemat dan tidak banyak beli oleh-oleh, 5 juta bisa cukup. Baca rincian komponen lengkapnya di estimasi biaya umrah 2026.
Lebih baik bawa SAR, USD, atau kartu saat umrah? Komposisi ideal adalah 60 persen SAR cash yang ditukar di Indonesia sebelum berangkat, 20 persen USD sebagai cadangan, dan 20 persen di kartu debit atau kredit untuk kebutuhan darurat. Hindari menukar uang di Saudi karena kursnya lebih buruk 5 sampai 10 persen dibanding money changer di Indonesia.
Berapa tip yang wajar untuk mutawif dan petugas hotel? Untuk mutawif, tip 100 sampai 200 SAR per orang untuk seluruh perjalanan sudah dianggap layak. Untuk supir bus dan petugas hotel, 5 sampai 10 SAR per pelayanan sudah sopan. Tidak perlu memberi tip ke setiap orang yang kamu temui karena itu bisa menguras uang saku lebih cepat dari yang kamu perkirakan.
Apa yang harus dilakukan kalau uang saku habis di tengah perjalanan? Gunakan kartu debit atau kredit yang sudah diaktifkan untuk transaksi internasional dan sudah dikonfirmasi ke bank sebelum berangkat. Jika kartu tidak bisa dipakai, minta bantuan mutawif atau petugas travel untuk solusi darurat. Ini alasan kenapa penting selalu menyisakan dana darurat minimal 500 SAR yang tidak disentuh kecuali benar-benar darurat.
Kapan waktu terbaik untuk belanja oleh-oleh di Mekkah dan Madinah? Beli di akhir trip, bukan di awal. Di awal kamu belum tahu harga pasaran dan mudah tertipu. Di Mekkah, pasar Misfalah dan toko di belakang hotel kawasan Ajyad biasanya lebih murah dari toko di sekitar Zamzam Tower. Di Madinah, pasar di belakang Masjid Nabawi area Bab 21 punya pilihan lebih beragam.
Buat catatan pengeluaran harian sederhana di hp, cukup tulis angka kasarnya saja. Begitu kamu sudah pakai 70% uang saku dan baru hari ke 5 dari 10, itu sinyal untuk rem belanja. Tujuan utama kamu di tanah suci adalah ibadah, bukan jadi raja oleh-oleh. Uang saku yang dipakai bijak akan membuat hatimu tenang, ibadah lebih fokus, dan pulang dengan cerita yang membahagiakan, bukan cerita penyesalan karena salah belanja.
Pertanyaan yang sering ditanya
Baca juga
Safar adalah app gratis untuk jamaah umrah pertama. Checklist personal, panduan ibadah, kalkulator biaya, semua dalam satu tempat.
Mulai sekarang →