Kamu sudah antri berjam-jam, mungkin bahkan dari sebelum subuh. Ketika akhirnya masuk ke Raudhah Madinah, petugas memberi isyarat bahwa waktu kamu hanya beberapa menit. Tiba-tiba semua doa yang sudah disiapkan terasa buyar, dan kamu berdiri di sana bingung harus mulai dari mana.
Ini adalah pengalaman yang hampir semua jamaah pertama rasakan. Raudhah adalah salah satu tempat paling istimewa di bumi, dan justru karena itu, banyak yang pulang dengan perasaan belum maksimal karena tidak siap. Kalau kamu ingin datang dengan persiapan matang, Safar punya fitur doa dan panduan ibadah yang bisa kamu pelajari jauh sebelum berangkat di mysafar.id.
Raudhah adalah area di dalam Masjid Nabawi yang berada di antara rumah Nabi Muhammad SAW (sekarang makam beliau) dan mimbar tempat beliau berkhutbah. Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW bersabda bahwa area ini adalah "taman dari taman-taman surga."
Secara fisik, Raudhah ditandai dengan karpet hijau yang berbeda dari karpet merah di bagian lain masjid. Luasnya sekitar 22 meter kali 15 meter, tidak terlalu besar. Justru karena sempit itulah akses dibatasi dan digilir, sehingga semua jamaah dari seluruh dunia mendapat kesempatan yang sama.
Yang membuat banyak jamaah menangis saat menginjakkan kaki di sini bukan hanya karena keyakinan spiritual, tapi juga karena perjalanan panjang dan perjuangan untuk sampai ke tempat ini. Memahami maknanya sebelum tiba akan membuat pengalaman kamu jauh lebih dalam.
Untuk jamaah pria, akses ke Raudhah bisa dilakukan hampir sepanjang waktu, termasuk di luar waktu sholat, meski ada jam-jam khusus yang lebih longgar. Untuk jamaah wanita, ada jadwal khusus yang biasanya diumumkan oleh panitia umrah atau muthawwif kamu.
Beberapa tips praktis untuk masuk:
Butuh panduan ibadah yang personal untuk umrahmu? Safar menyesuaikan checklist dan panduan doa dengan profilmu secara gratis. Mulai di mysafar.id
Ini bagian yang paling krusial. Banyak jamaah sampai di Raudhah tapi justru menghabiskan waktu untuk memotret atau bengong karena tidak tahu harus mulai dari mana.
Berikut urutan yang bisa kamu jadikan panduan:
1. Sholat dua rakaat terlebih dahulu Begitu masuk dan mendapat tempat, sholat sunnah dua rakaat adalah hal pertama yang dianjurkan. Ini adalah bentuk penghormatan terhadap masjid sekaligus cara untuk menenangkan diri sebelum berdoa.
2. Baca doa yang sudah disiapkan Setelah sholat, gunakan waktu yang ada untuk berdoa. Tidak perlu hafal doa panjang yang rumit. Yang terpenting adalah ketulusan. Kalau kamu sudah menyiapkan daftar doa sebelum berangkat, ini saat yang tepat untuk memanjatkan semuanya.
3. Berzikir dan membaca sholawat Di antara doa-doa, perbanyak sholawat kepada Nabi SAW. Rasanya sangat pas karena kamu berada dekat makam beliau. Biarkan suasana itu meresap.
4. Hindari berbicara hal yang tidak perlu Beberapa jamaah suka mengobrol atau memberi komentar saat di dalam Raudhah. Kondisikan diri kamu untuk fokus karena waktu sangat terbatas dan momen ini tidak datang setiap hari.
Salah satu penyebab jamaah tidak maksimal di Raudhah adalah karena mereka datang dengan pikiran yang masih sibuk. Capek setelah perjalanan, urusan rombongan yang ribet, atau justru terlalu excited sampai lupa fokus.
Beberapa hal yang bisa membantu:
Tidak semua jamaah berhasil masuk Raudhah di percobaan pertama. Kepadatan bisa sangat tinggi, terutama di musim ramai. Kalau ini terjadi, jangan patah semangat.
Masjid Nabawi secara keseluruhan adalah tempat yang penuh keberkahan. Kamu tetap bisa berdoa dari area luar Raudhah, dari saf sholat di belakang, atau bahkan dari halaman masjid. Niatmu untuk hadir dan berdoa adalah yang terpenting.
Beberapa jamaah bahkan merasa pengalaman doa mereka justru lebih dalam ketika berdoa dari kejauhan dengan kesabaran dan kerendahan hati yang penuh. Allah Maha Mendengar, di manapun kamu berada di masjid yang mulia ini.
Apa itu Raudhah dan mengapa tempat ini begitu istimewa? Raudhah adalah area di dalam Masjid Nabawi antara rumah (sekarang makam) Nabi Muhammad SAW dan mimbar tempat beliau berkhutbah. Rasulullah SAW menyebutnya sebagai taman dari taman-taman surga. Luasnya sekitar 22 x 15 meter dengan karpet hijau yang membedakannya dari bagian masjid lainnya.
Bagaimana cara mendapatkan akses masuk Raudhah? Untuk jamaah pria, akses bisa melalui booking tasreh di aplikasi Nusuk dengan jadwal tertentu. Untuk jamaah wanita, ada jadwal khusus yang biasanya diumumkan pembimbing umrah atau muthawwif. Baca panduan lengkapnya di artikel cara booking Raudhah lewat Nusuk sebelum berangkat.
Berapa lama waktu yang diberikan di dalam Raudhah? Biasanya 10 sampai 15 menit per sesi. Waktu ini terasa sangat singkat, itulah mengapa persiapan doa dan niat sebelum masuk sangat penting. Manfaatkan setiap detik untuk sholat dua rakaat dan doa pribadi yang sudah dipersiapkan, jangan habiskan waktu untuk foto atau bengong.
Apa yang harus dilakukan kalau tidak bisa masuk Raudhah? Jangan putus asa. Masjid Nabawi secara keseluruhan adalah tempat penuh keberkahan. Kamu tetap bisa berdoa dari area luar Raudhah, dari saf sholat mana saja, atau dari halaman masjid. Cek aplikasi Nusuk setiap hari karena slot bisa muncul dari pembatalan. Beberapa jamaah justru merasakan kedalaman doa yang lebih kuat saat berdoa dengan sabar dari kejauhan.
Apakah boleh membawa foto atau merekam video di dalam Raudhah? Tidak diperbolehkan. Petugas akan memperingatkan jamaah yang mencoba mengambil foto atau video di area Raudhah. Fokuslah pada ibadah karena waktu di sana sangat terbatas dan momen ini tidak datang setiap hari.
Yang penting, manfaatkan setiap hari selama di Madinah untuk kembali mencoba. Biasanya ada kesempatan lebih dari sekali, terutama kalau kamu aktif bertanya kepada muthawwif tentang waktu yang paling memungkinkan.
Pertanyaan yang sering ditanya
Baca juga
Safar adalah app gratis untuk jamaah umrah pertama. Checklist personal, panduan ibadah, kalkulator biaya, semua dalam satu tempat.
Mulai sekarang →